Modifikasi Yamaha XMAX Pakai Emas 18 Karat, Modalnya Hampir Rp 1 Miliar
Modifikasi Yamaha XMAX satu ini layak menyandang predikat paling mewah hingga akhir 2025. Motor garapan peserta asal Medan ini menelan biaya nyaris Rp 1 miliar dan menggunakan material emas 18 karat sebagai salah satu sentuhan utamanya.
Pemiliknya, Ingreath Sitepu atau akrab disapa Ucok, sukses membawa Yamaha XMAX miliknya menjadi juara utama kontes Yamaha CustoMAXI di Jakarta. Skutik tersebut keluar sebagai pemenang di kategori Super Maxi, mengalahkan peserta dari kelas Aerox, NMax, Lexi, hingga XMAX lainnya.
Juara Yamaha CustoMAXI 2025 Kategori Super Maxi
Prestasi ini diraih bukan tanpa alasan. Menurut Ucok, konsep modifikasi yang diusung berbeda dari sekadar motor kustom harian. Selain tampilan, detail teknis juga menjadi perhatian utama.
“Tahun ini kelasnya lebih banyak. Bukan sekadar kustom motor biasa, tapi ada street dan super. Inspirasi warnanya dari helm Arai milik Ai Ogura saat MotoGP Motegi,” ujar Ucok saat ditemui di Senayan, Jakarta.
Konsep Warna Terinspirasi MotoGP
Pada bagian eksterior, Yamaha XMAX ini tampil dominan dengan warna biru hasil teknik airbrush. Perpaduan warna dibuat kompleks dan presisi, menyesuaikan tema balap modern ala MotoGP.
Dengan konsep tersebut, tampilan motor terlihat agresif namun tetap eksklusif. Sentuhan artistik ini menjadi salah satu poin penilaian penting dari dewan juri.
Mesin Full Billet Datangkan dari Thailand
Tak hanya mengandalkan visual, sektor dapur pacu juga dirombak total. Ucok menggunakan crankcase mesin full billet lansiran Tanutong dan blok mesin billet S90 yang didatangkan langsung dari Thailand.
“Crankcase itu mahal, harganya bisa Rp 100 jutaan lebih karena ambil langsung dari Thailand,” jelasnya.
Selain itu, head mesin dilapisi powder coating hitam dan dikombinasikan dengan kop head CNC untuk menunjang kekuatan serta estetika.
ECU Balap dan CVT Kelas Premium
Pengaturan mesin dipercayakan pada ECU Aracer RC Super 2. Perangkat ini menjadi pusat kendali performa, termasuk fitur modern yang memungkinkan motor dikontrol lewat perintah suara melalui gawai.
Sementara itu, sektor transmisi CVT dipadukan dengan cover billet Tanutong serta dry clutch bikinan Reveno. Seluruh pengerjaan dilakukan secara mandiri oleh Ucok tanpa bengkel khusus.
“Kami tidak punya bengkel, ini unit pribadi dan dikerjakan sendiri,” katanya.
Kaki-kaki dan Sistem Rem Spek Balap
Pada sektor kaki-kaki, Yamaha XMAX ini menggunakan lengan ayun RSV Racing dengan dudukan suspensi tunggal CNC. Suspensi belakang mengandalkan YSS yang biasa digunakan Yamaha TMAX.
Untuk pengereman, motor ini dibekali cakram ganda RSV Racing. Kalipernya memakai Brembo GP4-MS 108 di depan dan Brembo 2P Nickel di belakang, memberikan performa deselerasi maksimal.
Logo Yamaha Berlapis Emas 18 Karat
Bagian paling mencuri perhatian terdapat pada logo Yamaha. Ucok dan tim melapisinya dengan emas 18 karat seberat total 90 gram yang terpasang di sisi kanan dan kiri bodi.
“Kalau dipakai harian, emasnya kami copot,” ungkap Ucok.
Sentuhan ini sekaligus menjadi simbol kemewahan dan alasan utama nilai modifikasi melonjak tajam.
Total Biaya Modifikasi Nyaris Rp 1 Miliar
Ucok memang tidak merinci total biaya secara detail. Namun, ia mengakui dana yang dikeluarkan melampaui Rp 700 jutaan dan nyaris menyentuh angka Rp 1 miliar.
Dengan spesifikasi ekstrem dan material premium, Yamaha XMAX ini pun pantas disebut sebagai salah satu motor skutik paling mahal hasil modifikasi di Indonesia.
