Menko Airlangga Sebut Pabrik BYD Subang Sudah 90 Persen Rampung
Pembangunan Pabrik BYD Hampir Selesai
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pembangunan pabrik BYD di Subang telah mencapai 90 persen. Pernyataan ini disampaikan dalam pembukaan Rapimnas awal pekan ini, yang juga membahas perkembangan investasi otomotif di Indonesia.
Nilai Investasi dan Kapasitas Produksi
Airlangga menegaskan bahwa pembangunan pabrik BYD dikomitmenkan dengan investasi sebesar Rp11,2 triliun. Fasilitas ini akan memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit mobil listrik per tahun. Dengan demikian, pabrik BYD menjadi salah satu investasi otomotif terbesar di Tanah Air.
Deretan Investasi Otomotif Lainnya
Selain BYD, beberapa produsen otomotif lainnya juga telah menambah investasinya di Indonesia.
– Chery Group: investasi tambahan Rp5,2 triliun.
– Wuling Motors: Rp9,3 triliun untuk pabrik otomotif + Rp7,5 triliun untuk pabrik baterai.
– VinFast: Rp3,7 triliun dengan kapasitas 50 ribu unit per tahun.
– Hyundai: investasi tambahan Rp20 triliun.
Langkah ini menunjukkan optimisme produsen otomotif terhadap pasar Indonesia.
Pertumbuhan Pasar Kendaraan Listrik
Airlangga juga menyampaikan peningkatan signifikan pada penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV). Dari Januari hingga September 2025, penjualan mobil listrik tercatat naik 18,27 persen. Pemerintah pun telah menyalurkan insentif sebesar Rp7 triliun dalam dua tahun terakhir untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik.
Target Operasional Pabrik pada 2026
BYD Indonesia memastikan proyek pembangunan berjalan sesuai timeline. Pabrik yang berlokasi di Subang Smartpolitan ini ditargetkan rampung maksimal akhir tahun dan mulai beroperasi pada 2026.
Head of Public and Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan bahwa pembangunan pabrik adalah wujud keseriusan investasi BYD di Indonesia.
Proses Sertifikasi Menjadi Tahapan Penting
Luther menjelaskan bahwa saat ini BYD memasuki tahap penyelesaian sertifikasi dan proses lintas kementerian. Tahapan tersebut merupakan bagian dari persyaratan teknis dan kualitas yang wajib dipenuhi sebelum produksi resmi dimulai.
Meski ada proses administratif, BYD memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.
Produksi Dimulai Kuartal I 2026
BYD menargetkan fasilitas produksi bisa langsung dimanfaatkan pada kuartal pertama 2026. Setelah seluruh persyaratan formal dipenuhi, pabrik tersebut siap mendukung penjualan BYD yang kini mencapai sekitar 10 ribu unit per bulan. Kapasitas produksi 150 ribu unit per tahun dinilai sudah cukup untuk menopang permintaan pasar.
