Mobil Listrik GWM ORA 03 Dirakit Lokal, Harga Jadi Lebih Murah?
GWM ORA 03 kini resmi dirakit lokal di fasilitas Inchcape Indomobil Manufacturing Indonesia, Wanaherang. Model ini menjadi kendaraan listrik kedua GWM yang dibuat di Indonesia.
CEO GWM Indonesia, Bagus Susanto, menyebut produksi CKD ini sebagai langkah baru bagi perusahaan. Menurutnya, proses lokal ini diharapkan dapat mendorong industri otomotif nasional.
Produksi Lokal dengan TKDN di Atas 40%
Bagus menjelaskan bahwa ORA 03 sudah memenuhi syarat TKDN di atas 40 persen. Angka ini sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Sebelumnya, seluruh unit masih berstatus CBU dari Thailand. Kendaraan tersebut didatangkan untuk memenuhi kebutuhan diler hingga akhir 2025.
Dengan perubahan status menjadi CKD, banyak konsumen berharap harga ORA 03 bisa lebih terjangkau. Namun, situasinya tidak sesederhana itu.
Harga Belum Ditetapkan, Banyak Faktor yang Berpengaruh
Menurut Bagus, harga kendaraan tidak hanya bergantung pada status CKD atau CBU. Selain itu, penentuan harga juga dipengaruhi oleh kondisi pasar dan tingkat persaingan.
Ia menegaskan bahwa penyesuaian harga baru akan diumumkan pada 2026.
Saat awal peluncuran, ORA 03 dibanderol Rp 379 juta. Kemudian GWM memberikan potongan Rp 10 juta, sehingga harganya turun menjadi Rp 369 juta.
Spesifikasi ORA 03: Jarak Tempuh 400 Km
Secara teknis, ORA 03 dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 47,8 kWh. Dengan kapasitas tersebut, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 400 kilometer.
Motor listriknya menghasilkan tenaga 105 kW (140 dk) dan torsi 210 Nm.
Selain itu, ORA 03 sudah mendukung DC fast charging 69 kW. Teknologi ini mampu mengisi daya dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Saingan Utama: MG 4 EV dan BYD Dolphin
Di Indonesia, ORA 03 bersaing dengan MG 4 EV dan BYD Dolphin.
Dari segi ukuran, mobil ini memiliki panjang 4.235 mm, lebar 1.825 mm, tinggi 1.596 mm, dan wheelbase 2.650 mm. Dimensi ini membuat kabinnya cukup lega untuk sebuah city car listrik.
Dengan status CKD, ORA 03 berpeluang lebih kompetitif, baik dari sisi harga maupun ketersediaan unit.
