Suzuki Capai Babak Baru, Fronx dan Satria Buatan Cikarang Mulai Diekspor
Ekspor Baru untuk Mobil dan Motor Produksi Indonesia
Suzuki Indonesia resmi memulai babak baru dalam kegiatan ekspor mereka. Pada Selasa (18/11), perusahaan menggelar seremoni pelepasan ekspor untuk dua produk terbaru, yakni Suzuki Fronx dan Suzuki Satria series. Langkah ini melanjutkan tradisi ekspor Suzuki yang telah berjalan sejak 1993.
Dedikasi 55 Tahun Suzuki Indonesia
Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) dan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Minoru Amano, menegaskan bahwa kegiatan ekspor ini merupakan wujud dari 55 tahun perjalanan Suzuki di Indonesia. Menurutnya, pertumbuhan perusahaan tak lepas dari dukungan pemerintah serta kedekatan dengan masyarakat.
Amano menjelaskan bahwa sejak memulai perjalanan pada 1970, Suzuki terus memperkuat basis produksi domestik. “Dengan total investasi lebih dari Rp 22 triliun, kami terus tumbuh bersama bangsa ini. Lebih dari 4.700 karyawan Indonesia menunjukkan semangat dan keterampilan mereka setiap hari,” ujarnya.
Investasi dan Kapasitas Produksi Nasional
Investasi tersebut mengalir ke berbagai fasilitas produksi. Pabrik di Tambun mampu menghasilkan 128 ribu unit motor per tahun (Tambun 1) dan 92 ribu unit mobil per tahun (Tambun 2). Sementara itu, fasilitas Cikarang memiliki kapasitas produksi hingga 107 ribu mobil per tahun.
Hingga kini, Suzuki telah memproduksi lebih dari 11,8 juta sepeda motor dan 3,2 juta mobil di Indonesia. Selain itu, ekspor Suzuki sejak 1993 telah mencatat lebih dari 800 ribu unit mobil dan 1,5 juta sepeda motor ke lebih dari 100 negara.
Komitmen terhadap Standar Global
Amano menambahkan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan kualitas produk Indonesia yang mampu memenuhi standar global Suzuki. Karena itu, Suzuki berkomitmen memperkuat Indonesia sebagai pusat produksi untuk kawasan Asia Tenggara.
Rencana Ekspor Fronx dan Satria hingga 2027
Suzuki telah menyiapkan rencana ekspor ambisius untuk kedua produk tersebut.
- Suzuki Fronx akan diekspor baik dalam bentuk CBU maupun CKD, dengan total 30 ribu unit hingga 2027, atau sekitar 10 ribu unit per tahun. Negara tujuan ekspor meliputi Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Proyeksinya, Fronx akan menyumbang 30 persen dari total ekspor mobil Suzuki Indonesia.
- Suzuki Satria series ditargetkan menembus lebih dari 150 ribu unit ekspor hingga 2027 dan berkontribusi 60 persen terhadap total ekspor sepeda motor Suzuki.
Apresiasi dari Pemerintah Indonesia
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza memberikan apresiasi atas langkah Suzuki. Ia menilai upaya tersebut sebagai representasi kuatnya industri manufaktur nasional dalam mendorong ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
Menurut Faisol, Suzuki Indonesia kini menjadi salah satu basis produksi strategis setelah Jepang dan India. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan Suzuki dalam mendukung UMKM dan industri komponen lokal.
Produk Lokal dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri Tinggi
Suzuki Fronx memiliki tingkat kandungan lokal hingga 63 persen, sedangkan Suzuki Satria mencapai 82 persen. Ini membuktikan bahwa mayoritas komponen kedua produk tersebut berasal dari pemasok lokal Indonesia.
Komitmen Menuju Kendaraan Rendah Emisi
Sejak program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) diperkenalkan pada 2021, Suzuki terus berperan aktif dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan. Model Fronx, yang termasuk lini mild hybrid, menjadi bagian dari strategi transisi menuju kendaraan beremisi rendah.
