Isuzu Medium Bus NQR71 EC Jadi Tulang Punggung Penjualan

Isuzu Cicipi Manisnya Penjualan Bus, Segmen Medium Jadi Andalan

Isuzu Medium Bus NQR71, Isuzu Indonesia mulai merasakan hasil positif dari penjualan bus, khususnya di segmen medium bus. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menegaskan bahwa angkutan orang kini menjadi fokus penting perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar kendaraan komersial.


Fokus pada Segmen Angkutan Orang

Head of Business Strategy Division IAMI, Rian Erlangga, mengungkapkan bahwa Isuzu kini lebih serius menaruh perhatian pada pasar bus.
“Market-nya lumayan, bahkan tahun ini kita bisa penetrasi lebih captive dari TransJakarta. Saat itu kita pernah pajang modelnya di GIIAS, dan mudah-mudahan hingga akhir tahun bisa bertambah lagi,” ujar Rian di Jakarta pekan ini.


Elf NQR71 EC Jadi Andalan

Saat ini, Isuzu masih mengandalkan sasis medium bus Elf NQR71 EC. Berdasarkan data Gaikindo, model ini telah mencatat 275 unit wholesales sepanjang delapan bulan pertama tahun 2025.

Pada tahun 2024 lalu, Isuzu berhasil menjual 427 unit sasis medium bus, dengan capaian tertinggi pada Juli sebanyak 67 unit. Segmen bus sendiri menyumbang sekitar 20 persen dari total penjualan Isuzu di Indonesia.


Harapan Stimulus Menjelang Akhir Tahun

Rian menambahkan, prospek penjualan bus bisa semakin baik jika ada dukungan dari perbankan.
“Segmen ini sebenarnya sangat menarik, makanya mudah-mudahan akan ada stimulus bulan-bulan terakhir 2025. Supaya kredit perbankan lancar, apalagi jelang masa libur akhir tahun biasanya karoseri itu kan butuh dua bulan baru bisa dipakai,” jelasnya.


Peluang Bus Besar Isuzu

Selain medium bus, Isuzu juga tidak menutup kemungkinan untuk kembali menghadirkan sasis bus besar di Indonesia.
“Iya ada LT bus, tetapi sekarang kita masih studi kembali. Karena di tempat kami sekarang ada divisi baru yaitu passenger, ada Mu-X, NQR bus yang medium, LT juga, Elf,” kata Rian.

Sebelumnya, Isuzu pernah memperkenalkan Isuzu LT134 dengan bodi karoseri Adiputro di GIIAS 2017. Model tersebut hadir sebagai kompetitor bus besar bermesin belakang seperti Hino RK dan Mercedes-Benz OH1626.