Pasar Kendaraan Niaga 2025 Turun 19 Persen, Bus dan Truk Lesu

Pasar Kendaraan Niaga 2025 Turun 19 Persen, Bus dan Truk Lesu

Pasar Kendaraan Niaga Domestik Melemah, Turun 19 Persen

Pasar kendaraan niaga, Penjualan kendaraan niaga di Indonesia tercatat mengalami pelemahan signifikan sepanjang tahun 2025. Beberapa agen pemegang merek (APM) kompak melaporkan turunnya distribusi truk dan bus dibanding periode tahun lalu.

Baca Juga: DPRKP Selesaikan 134 Jalan Lingkungan di Kota Cirebon


Penjualan Januari–Agustus 2025 Merosot

Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Aji Jaya, mengungkapkan penjualan kendaraan komersial lebih rendah dibanding 2024.
“Data sampai akhir Agustus itu turun dibanding tahun lalu. Januari–Agustus penjualan kendaraan niaga justru lebih rendah dibanding tahun lalu,” ujar Aji di sela peluncuran Mitsubishi Fuso Fighter X FM65F, Jumat (19/9/2025).

Berdasarkan data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia):

  • Total wholesales kendaraan niaga Januari–Agustus 2025: 34.919 unit
  • Periode sama 2024: 43.043 unit
  • Turun 19 persen atau selisih sekitar 8.124 unit

Segmen Bus Juga Ikut Tertekan

Selain truk, segmen bus juga tak lepas dari pelemahan pasar.

  • Penjualan bus Januari–Agustus 2025: 3.021 unit
  • Periode sama 2024: 3.762 unit
  • Turun 20 persen atau setara 741 unit

Aji menambahkan, kondisi politik yang sempat bergejolak pada awal September turut memengaruhi kepercayaan pasar.


Faktor Penyebab Lesunya Permintaan

Head of Business Strategy Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Rian Erlangga, menyebut ada beberapa faktor yang menekan penjualan:

  • Segmen pertambangan masih melemah, harga komoditas belum membaik.
  • Agrikultur seperti sawit masih stagnan.
  • Transportasi, storage, dan retail sales cenderung flat.

“Berbicara komersial, tentunya ada banyak segmen. Mining turun, agrikultur stagnan, sementara sektor distribusi juga masih datar,” jelas Rian.


Harapan pada Stimulus Pemerintah

Baik KTB maupun Isuzu berharap adanya stimulus perbankan untuk memperkuat pembiayaan kredit kendaraan niaga.
“Biasanya jelang akhir tahun ada peningkatan penjualan karena musim libur. Kalau ada stimulus pencairan kredit dari bank BUMN, pasar bisa membaik,” kata Rian.


Kontribusi Kendaraan Niaga

Menurut data Gaikindo, akumulasi penjualan kendaraan komersial yang meliputi truk, bus, pick up (PU), dan double cabin (DC) sepanjang Januari–Agustus 2025 sudah mencapai 113.841 unit. Angka tersebut berkontribusi 23 persen dari total penjualan otomotif nasional.