Meksiko Naikkan Tarif Impor hingga 50 Persen, Mobil Buatan RI Bisa Terdampak
,Meksiko Naikkan Tarif, Pemerintah Meksiko resmi mengumumkan kenaikan tarif impor lintas sektor, termasuk mobil, baja, tekstil, hingga mainan. Kebijakan ini menargetkan produk asal China dan sejumlah negara Asia lainnya dengan tarif hingga 50 persen.
Menurut laporan Reuters, langkah ini akan memengaruhi barang impor senilai 52 miliar USD atau sekitar Rp 856,6 triliun. Tarif untuk mobil asal China yang sebelumnya 20 persen kini dinaikkan ke batas maksimum sesuai aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Menteri Ekonomi Meksiko, Marcelo Ebrard, menyebut kebijakan tersebut bertujuan melindungi 325 ribu lapangan kerja di sektor industri dan manufaktur. Ia menuding mobil China masuk ke pasar lokal dengan harga jauh di bawah standar.
“Tanpa perlindungan tertentu, hampir mustahil bersaing,” ujar Ebrard.
Faktor Politik dan Tekanan Amerika Serikat
Selain alasan proteksi industri, keputusan Meksiko juga dinilai tidak lepas dari tekanan politik Amerika Serikat. Washington disebut khawatir China menggunakan Meksiko sebagai pintu masuk memperluas pengaruh ekonominya di Amerika Latin.
“AS tidak akan membiarkan China menggunakan Meksiko sebagai jalan belakang,” kata Mariana Campero dari CSIS Americas Program.
Dalam 10 tahun terakhir, defisit perdagangan Meksiko dengan China mencapai 120 miliar USD. Hal ini menambah tekanan agar Meksiko memperketat akses barang dari Negeri Tirai Bambu.

Imbas ke Indonesia
Tak hanya China, tarif impor baru Meksiko juga berdampak pada negara lain, termasuk Indonesia, Korea Selatan, India, Rusia, Thailand, dan Turki.
Indonesia sendiri rutin mengekspor mobil ke Meksiko, baik dalam bentuk utuh (CBU) maupun komponen. Data Gaikindo mencatat periode Januari–Juli 2025, sejumlah pabrikan Indonesia menyalurkan unit ke Meksiko, di antaranya:
- Toyota: Avanza (2.493 unit), Veloz (3.306 unit), Raize (4.904 unit)
- Suzuki: Ertiga (1.901 unit), XL7 (1.313 unit)
- Honda: BR-V (3.262 unit)
- Mitsubishi: Xpander (3.379 unit), Xforce (5.733 unit)
- Hyundai: Creta (9.904 unit)
Dengan adanya tarif baru, harga mobil asal Indonesia di pasar Meksiko berpotensi naik signifikan sehingga bisa memengaruhi daya saing di segmen otomotif.
Kesimpulan
Kebijakan tarif impor baru Meksiko menjadi sinyal kuat bahwa persaingan otomotif global makin ketat. Selain menekan penetrasi mobil China, aturan ini juga berpotensi menghambat ekspor mobil dari Indonesia, yang selama ini menjadi salah satu pemasok penting di pasar Meksiko.
