BYD Shark PHEV Batal Dijual di Thailand, Sepi Peminat

BYD Shark PHEV Batal Dijual di Thailand, Sepi Peminat

Kurang Laku, BYD Shark PHEV Batal Dijual di Thailand

Penjualan BYD Shark PHEV di Thailand resmi dibatalkan lantaran minat konsumen jauh di bawah target awal.

Mengutip Autolivethailand.tv dari Paultan, pesanan BYD Shark pertama kali dibuka pada ajang Bangkok International Motor Show 2025 bulan Maret lalu. Seharusnya, BYD memproduksi 500 unit untuk fase awal, namun jumlah pesanan hanya mencapai 153 unit.

Distributor resmi BYD di Thailand, Rever Automotive, akhirnya membatalkan seluruh pesanan dan mengembalikan uang konsumen tanpa potongan biaya.

Interior BYD Shark PHEV.

Alasan BYD Shark Sepi Peminat

General Manager BYD Auto Thailand, Ke Yubin, menjelaskan bahwa status Completely Built Up (CBU) dari China membuat harga Shark tidak kompetitif.

Dengan status CBU, Shark terkena pajak 30 persen, sehingga sulit bersaing di segmen double cabin yang dikuasai pabrikan Jepang.

Padahal, secara spesifikasi BYD Shark cukup mentereng:

  • Dimensi: 5.457 mm (panjang), 1.917 mm (lebar), 1.925 mm (tinggi), wheelbase 3.260 mm
  • Mesin PHEV 1.500 cc, tenaga 181 dk, torsi 260 Nm
  • Motor listrik depan: 227 dk, 310 Nm
  • Motor listrik belakang: 201 dk, 340 Nm
  • Baterai: BYD Blade Battery LFP 29,58 kWh
  • Harga: sekitar 1.699.000 baht (Rp 860 jutaan)

Pasar Double Cabin Thailand vs Indonesia

Minat rendah terhadap Shark berbanding terbalik dengan kecintaan masyarakat Thailand pada pick up dan double cabin.

Data Federation of Thai Industries (FTI) mencatat, pada Juli 2025, wholesales pick up 1 ton seperti Toyota Hilux, Isuzu D-Max, dan Mitsubishi Triton mencapai 15.194 unit, atau 31 persen dari total penjualan 49.102 unit.

Sementara di Indonesia, periode yang sama mencatat wholesales double cabin hanya 1.746 unit dari total 60.552 unit, atau setara 2,8 persen pasar nasional.