PLN Imbau Jangan Bangun SPKLU di Basement Gedung
Keselamatan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) kembali menjadi perhatian. Salah satu sorotan muncul pada penempatan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai lokasi publik.
Alasan SPKLU Harus di Area Terbuka
Manager Kelayakan Komersialisasi Produk PLN, Oskar Praditya, menegaskan bahwa SPKLU sebaiknya dibangun di ruang terbuka.
“Penempatan SPKLU diimbau dilakukan di area terbuka, bukan di basement, demi mengurangi risiko kebakaran dan memperluas akses publik,” ujar Oskar dalam Forum Pemenuhan Keselamatan Ketenagalistrikan pada Ekosistem KBLBB, Selasa (12/8/2025).
Selain itu, PLN juga menyarankan agar pemasangan baru untuk home charging lebih diprioritaskan dibanding penambahan daya. Opsi ini dinilai lebih aman serta lebih mudah diawasi.
Dukungan dari Pelaku Usaha
Imbauan PLN turut mendapat dukungan dari Asosiasi Pengusaha Pengisian Kendaraan Listrik Indonesia (APPKLI).
Menurut perwakilannya, Benhur, masih banyak badan usaha yang belum memahami regulasi pembangunan SPKLU. Karena itu, APPKLI menilai langkah PLN sangat tepat.
“Pelaku usaha SPKLU mendukung penuh penerapan keselamatan ini karena risiko berbahaya yang besar menuntut pencegahan maksimal,” tegasnya.

Belajar dari Kasus di Korea Selatan
Larangan pembangunan SPKLU di basement bukan tanpa alasan. Pada 1 Agustus 2024, insiden kebakaran mobil listrik Mercedes-Benz EQE 350 terjadi di basement sebuah gedung di Incheon, Korea Selatan.
Api dengan cepat menyambar ratusan kendaraan lain di sekitar lokasi. Akibat kejadian ini, pemerintah Seoul resmi melarang aktivitas pengisian daya kendaraan listrik di basement gedung.
Pertumbuhan SPKLU di Indonesia
Meski ada imbauan terkait lokasi, jumlah SPKLU di Indonesia terus bertambah pesat. Hingga akhir 2024, PLN sudah membangun 3.233 unit SPKLU, meningkat 299 persen dari 2023 yang hanya 1.081 unit.
Sejalan dengan itu, layanan Home Charging Services (HCS) juga naik signifikan. Pada 2024, jumlahnya mencapai 28.356 unit, tumbuh 302 persen dibanding 2023 dengan 9.393 unit.
Inovasi juga dilakukan melalui SPKLU PLN EYE, yakni pengisian daya yang memanfaatkan tiang listrik. Dikutip dari Antara, hingga Kamis (14/8/2025) sudah ada 500 unit PLN EYE yang aktif, dengan target 1.000 unit hingga akhir 2025.
