Mitsubishi Hengkang dari Pasar Otomotif China Setelah 50 Tahun

Mitsubishi Hengkang dari Pasar Otomotif China Setelah 50 Tahun

Mitsubishi Resmi Hengkang dari Industri Otomotif China

Mitsubishi Motors Corporation menutup kiprahnya di industri otomotif China. Pabrikan asal Jepang itu resmi menghentikan perjanjian joint venture dengan Shenyang Aerospace Mitsubishi, sekaligus menandai penarikan penuh dari pasar manufaktur otomotif Negeri Tirai Bambu.


Akhir dari Kerja Sama Panjang

Keputusan ini menyusul berakhirnya produksi mobil Mitsubishi di China sejak 2023. Menurut Car News China, langkah tersebut diambil sebagai strategi menghadapi percepatan transisi pasar menuju kendaraan energi baru (NEV).
Shenyang Aerospace Mitsubishi berdiri pada 1997 dan mulai beroperasi pada 1998. Selama puluhan tahun, pabrik ini memproduksi mesin untuk Mitsubishi dan sejumlah pabrikan lokal. Namun, pada 2 Juli 2025, namanya berubah menjadi Shenyang Guoqing Power Technology Co., Ltd. Mitsubishi Motors dan Mitsubishi Corporation resmi keluar dari jajaran pemegang saham.

Ilustrasi Mitsubishi

Dari Puncak Penjualan ke Penurunan Tajam

Mitsubishi masuk ke China sejak 1973 melalui ekspor truk medium-duty. Pada awal 2000-an, joint venture mereka menyuplai mesin untuk sekitar 30% mobil produksi lokal.
Namun, kebangkitan industri kendaraan listrik membuat posisi Mitsubishi merosot. GAC Mitsubishi, yang dibentuk pada 2012, sempat berjaya. Tahun 2018 menjadi puncak dengan penjualan 144 ribu unit, di mana Outlander SUV menyumbang 105.600 unit. Sayangnya, angka itu anjlok menjadi hanya 33.600 unit pada 2022 karena gempuran merek EV lokal.


Masalah Finansial GAC Mitsubishi

Kesulitan makin jelas terlihat dari kondisi finansial. Per 31 Maret 2023, GAC Mitsubishi mencatat aset 4,198 miliar yuan (Rp 9,58 triliun). Namun, liabilitasnya lebih besar, yakni 5,613 miliar yuan (Rp 12,79 triliun), sehingga nilai bersih menjadi -1,414 miliar yuan atau sekitar -Rp 3,22 triliun.
Oktober 2023, Mitsubishi resmi menghentikan produksi lokal dan merestrukturisasi operasinya. GAC kemudian mengambil alih penuh joint venture tersebut. Mulai Juni 2024, pabriknya dialihfungsikan untuk memproduksi massal mobil listrik Aion.


Persaingan Ketat di Pasar Otomotif China

Langkah Mitsubishi mencerminkan tantangan besar yang dihadapi pabrikan asing di China. Pasar ini kini dikuasai merek lokal seperti BYD serta Tesla yang sudah melakukan lokalisasi produksi. Bahkan, sejumlah joint venture lain, seperti GAC-FCA, juga terpaksa gulung tikar.
Menurut analis industri Chen Liwei, pasar otomotif China telah menjadi arena pertempuran bagi inovasi kendaraan listrik. Produsen lama kesulitan bersaing, dan mundurnya Mitsubishi menandakan pergeseran yang tak terelakkan menuju dominasi merek lokal.